indonesia

Rabu, 28 Mei 2014

Edward Wilson Ingin Kembali ke Semen Padang?

Pemain kelahiran Monrovia, Liberia, itu kini memang bermain di Felda United FC di Kompetisi Liga Primier Malaysia sejak awal 2013.
Ujung tombak Timnas Liberia berusia 30 itu tetap menjadi pemain depan paling berbahaya di klubnya. Sampai pertandingan ke-12, pemain yang identik dengan nomor punggung 22 itu telah mengemas 14 gol.
Namun, pencetak gol terbanyak (20 gol) Liga Primer Indonesia 2012-2013 itu kabarnya ingin kembali ke klub lamanya, Semen Padang (SP), seperti dikatakannya kepada Media Officer Semen Padang Ronny Suhatril, Selasa (27/5).
Menurut Ronny, pihak manajemen Felda juga kabarnya tidak akan memperpanjang kontrak Edward.
“Katanya, mungkin Felda United FC keberatan dan merasa tak sanggup membayar Edward,” jelas Ronny kepada Sportanews.com, Rabu (28/5) sore di Padang.
Apakah ini sebuah signal kalau ayah satu anak ini bakal kembali ke Padang?
“Belum. Terlalu pagi untuk menilai apa yang disampaikan Edward,” sebut Ronny lagi.
Namun demikian, jika ia ingin kembali ke markas SP di Bukit Indarung, tentu pihak manajemen akan membuka pintu selebar-lebarnya kepada sumber gol selama lima musim itu..

sumber : Timnas Indonesia Online

Jacksen F Tiago Belum Punya Penilaian Soal Kuwait SC

Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago, mengakui masih belum memiliki penilaian khusus terhadap Kuwait SC, yang akan dihadapi timnya pada babak perempat-final Piala AFC 2014 pada 19 dan 26 Agustus mendatang.
"Yang saya tahu, mereka pernah juarai AFC Cup tiga kali," ujar Jacksen, melalui pesan singkatnya kepadaGoal Indonesia.
Kuwait memang pernah merengkuh tiga kali juara di ajang ini pada 2009, 2012, dan 2013, serta satu kali runner-up pada 2011. Sementara prestasi terbaik Persipura di ajang ini sebelumnya adalah lolos ke fase perempat-final pada 2011.
Lebih lanjut, mantan pelatih timnas Indonesia itu menambahkan pengalaman mereka, ketika dikalahkan Arbil SC (Irak) di fase perempat-final Piala AFC 2011 juga tak bisa dijadikan patokan. Meski, Arbil dan Kuwait adalah tim-tim yang berasal dari Timur Tengah.
"Kami harus buat analisa dengan teliti. Karena sepakbola sudah tidak seperti dulu. Lihat tim Inggris yang tidak bermain dengan kick & rush. Itu pun terjadi dengan tim dari Timur Tengah, karena globalisasi sepakbola membuat filosofi sepakbola sebuah klub berubah dibanding dulu," jelas pelatih berusia 46 tahun itu.


sumber : Timnas Indonesia Online

Hasil Undian AFC cup

Hasil Undian AFC Cup babak Perempat Final :
Hanoi T&T (Vietnam) vs Arbil SC
(Irak)
Vissai Ninh Binh (Vietnam) vs Kitchee
(Hong Kong)
Al Qadsia (Kuwait) vs Al-Hidd
(Bahrain)
Kuwait SC (Kuwait) vs Persipura
Jayapura (Indonesia)
Match : 19 dan 26 Agustus 2014

sumber : Timnas Indonesia Online
Jadwal ISL hari ini
Kamis, 29 Mei 2014:
• 15.30 WIB, Persib - Gresik United ( Live RCTI )
• 15.30 WIB, Barito Putera - Persita ( Live K-Vision )

Indra Sjafri Bangga Anak Asuhnya Minimalisir Kesalahan Passing

Gagalnya Timnas U19 meraih poin kemenangan atas Lebanon U-19, meskipun tim tamu hanya bermain 10 pemain, dianggap pelatih Timnas Indonesia U19 Indra Sjafri bukan suatu kegagalan.
Sebaliknya Indra melihat laga persahabatan ini, anak asuhnya mengalami kemajuan dibandingkan laga sebelumnya. Terutama umpan-umpan salah yang bisa dilakukan Evan Dimas dalam laga sebelumnya,saat pertandingan ini tidak pernah terjadi.
"Biasanya kita sering sekali salah dalam memberikan umpan-umpan. Tapi kali ini saya tidak melihat anak-anak salah. Bahkan tingkat kesalahan kita tadi hasil dari perhitungan stastistik hanya 19 persen saja,"papar Indra kepada wartawan usai laga timnas,di Stadion Manahan, Solo.
Apalagi, ungkap Indra,lawan yang dihadapi dalam uji coba internasional kali ini memeliki peringkat jauh diatas Timnas. Kendati begitu, Indra berjanji akan terus melakukan evaluasi untuk melakukan pembenahan. Sehingga timnas solid akan terbentuk.
Menyangkut laga persahabatan berujung di keluarkannya pemain Lebanon dalam laga ini, Indra pun akan melakukan evaluasi.
"Sebenarnya kita ingin semua laga yang dilakukan Timnas bersih tanpa konflik. Pertandingan ini saya melihatnya benar-benar keras. Apalagi di akhir laga, Indra melihat adanya konfrontasi antar pemain yang seharusnya tidak terjadi," jelasnya.

sumber :  Timnas Indonesia Online

Timnas U-19 Bakal Jajal Kekuatan Aceh U21

Timnas U-19 Bakal Jajal Kekuatan Aceh U21
Tim Aceh U21 dijadwalkan menjamu Timnas U19 dalam laga uji coba di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, 6 Juni mendatang.
Ketua Asosiasi PSSI Aceh Adly Tjalok di Banda Aceh, Selasa (27/5), mengatakan kepastian laga uji coba itu setelah Badan Tim Nasional merilis jadwal Tur Nusantara Timnas U19 Jilid II.
"Kami memberi apresiasi kepada PSSI yang telah memberi kepercayaan kepada PSSI Aceh untuk menggelar pertandingan uji coba Timnas U19 di Banda Aceh," ungkap Adly Tjalok.
Berharap pertandingan ini akan membangkitkan semangat sepak bola di Aceh. Sebab, Timnas U19 sudah begitu dikenal, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di internasional.
"Mari kita dukung mereka. Mereka ini masa depan sepak bola Indonesia. Biasanya kita hanya menyaksikan di televisi, kini bisa menyaksikan mereka secara langsung di stadion," kata Adly Tjalok.
Ia menyebutkan banyaknya penonton pada pertandingan Tim Aceh 21 versus Timnas U19 nanti akan menjadi tolok ukur bagi Asosiasi PSSI Pusat menjadikan Aceh sebagai tuan rumah pertandingan internasional.
"Kalau penontonnya membludak, bukan tidak mungkin Aceh akan menjadi tuan rumah pertandingan internasional Timnas PSSI. Apalagi Stadion Harapan Bangsa memiliki kapasitas 44 ribu penonton. Ada beberapa kejuaraan setingkat Asia Tenggara," kata Adly Tjalok.
Mengenai Tim Aceh U21 yang dipersiapkan, Adly Tjalok menyebutkan pemain dipilih dari beberapa kabupaten/kota. Tim ini juga merupakan kerangka kesebelasan Pra PON Aceh.
"Tim Aceh U21 tidak ditargetkan menang, tetapi juga tidak ingin kalah telak. Apalagi kita tahu kualitas Timnas U19, jangankan tim daerah, kesebelasan nasional negara lain sulit mengalahkan Timnas U19," kata Adly Tjalok.
Sementara itu, ketua pelaksana pertandingan, Khaidir TM mengatakan, pihaknya sudah menjamu Timnas U19, baik sarana pertandingan maupun akomodasi dan lainnya.
"Begitu juga tiket. Kami menjual murah tiket pertandingan dibanding daerah, berkisar Rp40 ribu hingga Rp80 ribu. Kalau di daerah lain dijual ratusan ribu hingga satu juta rupiah," ungkap dia.
Untuk penjualan tiket, Khaidir TM menyebutkan panitia bekerja sama dengan Telkomsel, perusahaan operator seluler. Sebanyak Rp 10 ribu dari harga juga tiket dikompensasikan dengan pulsa telepon seluler.
"Kami berharap pencinta sepak bola di Aceh bisa datang langsung ke Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Pertandingan digelar malam hari," kata Khaidir TM.
Ia menyebutkan, uang hasil penjualan tiket digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi Timnas U19. Selain itu, uang tersebut juga digunakan untuk membantu enam sekolah sepak bola atau SSB.
"Bantuan untuk SSB ini merupakan syarat yang diberikan Badan Tim Nasional. Bantuan dari penjualan tiket ini juga untuk membantu pemain Persiraja yang meninggal dunia usai bertanding. Karena itu, kami harapkan penonton bisa membeli tiket. Tiket dijual pada hari pertandingan," kata Khaidir TM.
Menyangkut fasilitas stadion, Khaidir TM menyebutkan sudah siap. Begitu juga dengan lampu penerangan dan rumput lapangan, sudah disiapkan dengan baik.
"Kami tidak mau main-main dengan masalah lampu dan rumput lapangan. Untuk beberapa hari ke depan, rumput lapangan tidak bisa digunakan hingga hari pertandingan," kata Khaidir TM.
( sepak bola indonesia )